Fakta Menarik Seputar Sumpah Pemuda

Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya punya rumusan resolusi yang elegan)," kata Yamin kepada Soegondo saat Kongres Pemuda hari kedua tanggal 28 Oktober 1928 dalam buku Mengenang Mahaputra Prof. Mr. H. Muhammad Yamin Pahlawan Nasional RI (Welmar, 2003).

Halo, Arek Suroboyo! Yok opo kabare Rek? Dari gagasan Yamin kepada Soegondo tersebut, munculah teks Sumpah Pemuda yang sampai saat ini abadi dalam hati tiap pemuda Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan puncak dari persatuan para pemuda di seluruh Indonesia yang sebelumnya bersifat kedaerahan. Melalui Sumpah Pemuda, mereka berikrar bahwa mereka bertumpah darah yang sama, berbangsa yang sama, dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Selain sejarah Sumpah Pemuda yang selalu dipelajari di bangku sekolah, ada beberapa fakta dari Kongres Pemuda yang menarik untuk dibahas. Lalu, apa tantangan pemuda di zaman ini dalam mempertahankan ikrar suci para pemuda di masa lalu?

Fakta menarik tentang Sumpah Pemuda

Lahirnya Sumpah Pemuda

Sedikit membahas sejarah singkat Sumpah Pemuda, perjuangan untuk meraih Kemerdekaan Indonesia saat itu masih bersifat kedaerahan. Sebut saja adanya Jong Java, Jong Celebes, Jong Ambon, dan lain-lain. Alasan ini yang diduga jadi penyebab kenapa Indonesia tak juga berhasil merdeka.

Para pemuda dari kelompok pelajar di Indonesia pun mendirikan organisasi pemuda nasional, Indonesische Student Bond atau PPPI pada 1926. Kelompok PPI terdiri dari pemuda terpelajar yang menempuh pendidikan di Stovia, Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS), dan Rechtshogeschool te Batavia (RHS).

Pada tanggal Pada 30 April - 2 Mei 1926 Kongres Pemuda I mulai gelar, yaitu pertemuan kelompok para pemuda Indonesia dalam skala nasional. Namun, kongres tersebut masih menemui jalan buntu. Akhirnya Kongres Pemuda II digelar kembali. Dari Kongres Pemuda II inilah lahir Sumpah Pemuda beserta pembahasan tentang nasionalisme, demokrasi, dan isi rumusan satu visi.

Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedua: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

5 Fakta Menarik Seputar Sumpah Pemuda

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tak melupakan sejarah bangsanya sendiri." (Ir. Soekarno)

Dibalik sakralnya Sumpah Pemuda yang dilakukan oleh perwakilan pemuda Indonesia, ada beberapa fakta yang menarik untuk mempelajari sejarah. Selain itu, fakta menarik ini bisa diingat sebagai poin penting dalam sejarah Sumpah Pemuda.

1. Tanggal Cantik Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda lahir dari Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Perhatikan bahwa semua tanggal mengandung angka 10. Sebuah kebetulan yang sangat cantik, menjadikan tanggal lahirnya Sumpah Pemuda jadi mudah diingat.

  • 28: 2+8 = 10
  • Oktober: 10
  • 1928: 1+9 = 10 dan 2+8 = 10

2. Dihadiri Pemuda dari Barat dan Timur Indonesia

Kongres Pemuda II yang berlokasi di Batavia saat itu, dihadiri para perwakilan organisasi pemuda dari Indonesia bagian barat sampai bagian timur. Mulai dari Mohammad Yamin dari Sumatera Barat, Johannes Leimena dari Maluku, Raden Katjasungkana dari Madura, Cornelis Lefrand Senduk dari Sulawesi, dan lain-lain.

Akses transportasi di masa itu tentunya tidak semudah di zaman sekarang. Namun, para pemuda itu tak menyerah, bahkan memiliki tekad kuat menyebrangi samudra demi masa depan Indonesia.

3. Lagu Indonesia Raya Pertama Kali Diputar dengan Biola W. R. Soepratman

W. R. Soepratman sudah menyiapkan teks lagu Indonesia Raya serta partitur untuk dimainkan saat penutupan Kongres Pemuda. Akan tetapi, Soegondo yang melihat teks lagu Indonesia Raya memiliki pertimbangan untuk tidak menyanyikan lagu tersebut karena ada kata "merdeka".

Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pemuda karena kegiatan itu diawasi oleh Belanda. Namun, salah seorang peserta rapat, Dolly Salim yang sudah hapal lirik lagu "Indonesia Raya" langsung melantunkannya dengan mengganti kata "merdeka" dengan "mulia". Akhirnya lagu Indonesia Raya berkumandang pertama kalinya dalam Kongres Pemuda, diiringi instrumen biola dari W. R. Soepratman.

4. Dilakukan di 3 Gedung Berbeda Selama 2 Hari

Kongres Pemuda II ternyata dilakukan di 3 Gedung Berbeda selama 2 hari. Rapat pertama digelar pada 27 Oktober di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Rapat kedua dilaksanakan pada 28 Oktober di Gedung Oost-Java Bioscoop. Rapat ketiga digelar di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat.

5. Pernah Dijadikan Film Sejarah Berjudul "WAGE" tahun 2017 Sebagai Biografi W. R. Soepratman

Sejarah Sumpah Pemuda pernah dijadikan film sejarah dalam satu rangkaian cerita biografi W. R. Soepratman dengan judul WAGE tahun 2017. Film ini mengambil nama depan W. R. Soepratman, yaitu Wage Rudolf Soepratman. Hal ini jadi pertanda positif kalau bangsa Indonesia masih mengingat sejarah bangsanya sendiri.


Tantangan Pemuda Dulu dan Kini: Musuh Berbeda, Tapi Tujuan Sama

Pemuda di zaman penjajahan memiliki musuh para penjajah dan sifat kedaerahan yang membuat perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka jadi terhambat. Sementara itu, pemuda di masa kini memiliki tugas untuk mempertahankan ikrar persatuan pemuda di masa lampau untuk keutuhan bangsa Indonesia.

Selain itu, pemuda di masa kini juga memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi perubahan iklim, isu ekonomi global, dan nasionalisme generasi muda. Peran pemuda sangat penting sekali untuk menjaga kedaulatan NKRI dan masa depan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, mari jadi pemuda yang cerdas menghadapi tantangan zaman dan terampil memberikan solusi untuk masalah.


Referensi

  • Welmar. 2003. Mengenang Mahaputra Prof. Mr. H. Muhammad Yamin Pahlawan Nasional RI. Sumatera Barat: Kristal Multimedia
  • Redaksi Tempo. 2022. Seri Tempo: Muhammad Yamin, Penggagas Indonesia yang Dihujat dan Dipuji. Jakarta: KPG

Related Posts

Posting Komentar